Minggu, 06 Mei 2012

asal mula burung garuda pancasila indonesia



Kita sebagai bangsa Indonesia tentu sering melihat dan sangat mengenal gambar di atas ini. Namun apakah kita benar-benar mengenal gambar tersebut? Jika di Tanya itu gambar apa, tentu kita bias menjawabnya . namun apakah kita dapat menjawab dengan benar apa nama gambar itu? Siapa perancang gambar itu bisakah anda menjelaskan secara detail lambing-lambang yang terkandung di dalamnya? Marilah kita mulai satu per satu.

Sekilas
gambar di atas merupakan lambing Negara Indonesia. Lambing Negara berupa seekor burung garuda berwarna emas yang berkalungan perisai yang di dalamnya bergambar symbol-simbol pancasila, dan mencengkram seutas pita putih yang bertuliskan “BHINEKA TUNGGAL IKA”. sesuai dengan desainnya, lambing tersebut bernama resmi Garuda Pancasila. Garuda merupakan nama burung itu sendiri, sedangkan Pancasila merupakan dasar Negara Indonesia yang di simbolkan dalam gambar-gambar di dalam perisai yang di kalingkan itu. Nama resmi garuda Pancasila yang tercantum dalam Pasal 36A, UUD 19945.

sejaran
 Sultan Hamid II, perancangan lambing Negara dimulai pa da desember 1949, beberapa hari setelah pengakuan kedaulatan Republik Indonesia Serikat oleh Belanda. Kemudian pada tanggal 10 januari  1950, dibentuklah panitia Lencana Negara yang bertugas menyeleksi usulan lambang Negara. Dari berbagai usul lambang Negara yang di ajukan ke panitia tersebut, rancangan karya sultan hamid II lah yang diterima. Sultan hamid II (1913-1978) yang baernama lengkap Syarif abdul hamid alkadrie merupakan sultan dari kesultanan Pontianak yang pernah menjabat sebagai gubernur daerah istimewa Kalimantan barat dan juga menteri Negara zonder portofolio pada era Republik Indonesia Serikat.
Setelah di setujui, rancngan itu pun di sempurnakan sedikit demi dedikit atas usul presiden Soekarno dan masukan dari berbagai organisasi lainnya, dan akhirnya pada bulan maret 1950, jadilah lambang Negara seoerti yang kita ketahui sekarang . rancangan final lambang Negara itupun akhirnya secaa resmi di perkenalkan ke masyarakat  dan mulai di gunakan pada tanggal 17 agustus 1950 dan di sahkan penggunaanya pada tanggal 17 oktober 1951 oleh presiden Soekarno  dan perdana menteri sukimann wirjisandjojo melalui PP 66/1951 dan kemudian tata cara penggunaannya diatur melalui PP 43/1958.
Mekipun sudah disahkan penggunaannya pa da tahun 1951, tidak ada nama resmi untuh lambang Negara itu , sehingga muncul berbagai sebutan untuk lambang Negara itu,seperti garuda pancasila,burung garuda, lambang garuda, lambang Negara, atau hanya  sekedar garuda. Nama garuda pancasila baru disahkan secara resmi nama resmi lambang Negara pada tanggal 18 agustus 2000 oleh MPR melalui amandemen kedua UUD 1945.

Makna dan arti lambang
Garuda pancasila terdiri atas tiga komponen utama yaitu: burung garuda, perisai dan pita putih

Burung garuda
burung garuda merupakan burung mistis yang berasal dari mitolagi hindu yang berasal dari india dan berkembang di wilayah Indonesia sejak abad keenam. Burung garuda iru sendiri melambang kan kekuatan, sementara warna emas pada burung garuda itu melambang kah kemegahan atau kejayaan . pada burung garuda itu, jumlah bulu pada stiap sayap berjumlah 17, kemudian bulu ekor berjumlah 8, bulu pada pangkalk ekor atau di bawah perisai 19 dan bulu leher berjuimlah 45. Jumlah-jumlah bulu tersebut  jika di gabungkan menjadi 17-08-45, merupakan tanggal dimana kemerdekaan Indonesia diproklamasikan.

Perisai
Perisai yang dikalungkan melambangkan pertahanan Indonesia. Pada perisai itu mengandung 5 buah symbol yang masing” symbol melambangkan sila-sila dari dasar Negara pancasila. Bagian tengah terdapat symbol bintang bersudut 5 yang melambangkan sila pertama,ketuhanan yang maha esa. Lambang bintang dimsudkan sebagai sebuah cahaya, seperti layaknya tuhan yang menjadi cahaya kerohanian bagi setiap manusia. Sedangkan latar berwatna hitam melambangkan warna alam atau warna asli, yang mnunjukkan bahwa tuhan bukanlah sekedar rekaan manusia, tetapi sumber dari segalanya dan telah ada sebelum segala sesuatu didunua ini ada. Dibagian kanan bawah terdapat rantai yang melambangkan sila ke2 pancasila. Rantai tersebut terdiri dari mata rantai berbentuk segi 4 dan lingkaran yang saling berkait membentuk lingkaran. Mata rantai segi4 melambangkan laki laki. Sedangkan yang lingkaran melambangkan perempuan. Mata rantai yang saling berkaitpun melambangkan bahwa setiap manusia, laki” dan perempuan,membutuhkan satu sama lain dan perlu bersatu sehingga menjadi kuat seperti sebuah rantai.dibagian kanan atas terdapat gambar pohon beringin yang melambangkan sila ke3.pohon beringin digunakan karena pohon beringin merupakan pohon yang besar dimana banyak orang bias berteduh di bawahx,sepertihalnya semua rakyat Indonesia bias “berteduh”dibawah naungan Negara Indonesia selain itu, poho beringin memiliki sulur dan akar yang yang menjalar kemana”, namun tetep berasal daari satu pohon yang sama,seperrtihalnya keragaman suku bangsa yang menyatu dibawah nama Indonesia.kemudian, disebelah kiri atas terdapat gambar kepala banteng yang melambangkan sila ke4. Lambang banteng di gunakan karena banteng merupakan hewan social yang suka berkumpul, sepertihalnya musawarah dimana orang” harus berkumpul untuk mendiskusi,kan sesuatu. Dan di sebelah kiri bawah terdapat padi dan kapas yang melambangkan sila ke5. Padi dan kapas digunakan karena meruoakan kebutuhan dasar setiap manusia, yakni pangan dan sandang sbgai sarat utama tuk mencapai kemakmuran.
Pada perisai itu terdapat garis hitam tebal yang melintang di tengah2 perisai.garis itu melambangkan garis katulistiwayang melintang melewati wilayah Indonesia. Warna merah dan putih yang menjadi latar pada perisai itu merupakan warna nasional Indonesia,yang juga merupakan warna bendera Negara Indonesia. Warna merah melambangkan keberanian, sedangkan warna putih melambangkan kesucian.

Pita dan semboyan Negara
Pada bagian bawah garuda pancasila, terdapat pita putih yang di cengkram, yang bertuliskan “BHINEKA TUNGGAL IKA”  yang ditulis dengan huruf latin, yang merupakan semboyan Negara Indonesia. Perkataan bhineka tunggaal ika merupakan kata dalam bahasa jawa kuno yang berarti “berbeda-beda tetapi tetap satu jua”. Perkataan itu di ambil dari ikakimpoi sutasuma karangan mpu tantular, seorang pujangga dari kerajaan majapahit pada abad ke-14. Perkataan itu menggambarkan persatua dan kesatuan nusa dan bangsa indonesia yang terdiri atas berbagai pulau,ras, suku, bangsa, adat, kebudayaan, bahasa serta agama.

Tidak ada komentar: